Tag Archives: hukum islam

HUKUM RAMALAN BINTANG


Assalamu ‘alaikum.  Saya tahu bahwa membaca ramalan bintang adalah haram dan termasuk upaya menyingkap keghaiban yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Hanya Allah yang dapat mengetahui masa depan kita. Dengan alasan itulah saya meninggalkan kebiasaan membaca ramalan bintang.  Namun sebenarnya mentakwil mimpi itu sendiri boleh atau tidak? Saya pernah bermimpi bahwa saya sudah selesai menghafal Al-Qur’an.  Saya juga pernah bermimpi bahwa salah seorang bibi saya dari pihak ibu yang biasa makan kepiting laut dengan gulai kari, tiba-tiba memeluk saya? Dalam internet terdapat satu situs tentang tafsir mimpi. Saya sendiri membaca di situ tafsir dari sambaran adalah bahwa saya akan menghadapi situasi yang sulit bagi diri saya. Sementara arti pelukan yang saya dapatkan dalam mimpi kedua saya itu sendiri adalah bahwa saya akan kehilangan orang yang meminang saya. Apakah semua tafsir itu benar? Bolehkan saya bersandar pada penafsiran seperti itu? Semoga Allah memberikan kepada Syaikh kebaikan yang banyak.

Jawab:

Yang disebut sebagai ilmu Astrologi (ramalan bintang), ramalan nasib dan rezeki termasuk amalan jahiliyyah yang telah dibatalkan oleh Islam, dengan penjelasan bahwa itu termasuk perbuatan syirik, karena mengandung ketergantungan kepada selain Allah dan keyakinan adanya manfaat dan mudharrat dari selain Allah, serta kepercayaan terhadap para peramal dan tukang nujum yang mengaku mengetahui ilmu ghaib secara dusta dan membual belaka. Tujuannya adalah untuk mengeruk uang orang banyak dan merubah keyakinan mereka. Baca lebih lanjut

Iklan

RAYUAN SETAN DALAM PACARAN


Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14) Adab Bergaul Antara Lawan Jenis Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)

Baca lebih lanjut

TUJUH GOLONGAN YANG AKAN DINAUNGI ALLAH


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Wa Ba’du:

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah Ta’ala pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya: Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seorang lelaki yang hatinya selalu terpaut dengan mesjid, dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang lelaki yang dipanggil untuk berbuat mesum oleh seorang wanita yang memiliki kekuasaan dan kecantikan dan dia berkata saya takut kepada Allah, dan seorang lelaki yang bershedekah dengan sebuah sedekah kemudian dia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah dishedekahkan oleh tangan kanannya”.[1] Baca lebih lanjut

PROFIL PENGADILAN AGAMA PURWAKARTA


A. DASAR HUKUM TERBENTUKNYA PENGADILAN AGAMA

Pengadilan Agama dibentuk berdasarkan Stbl. 1882 No.152 dan 153 untuk Jawa Madura dan Stbl. 1937 No.116 dan 639 untuk Luar Jawa dan Madura dengan nama Raad Agama.Stbl. 1937 No.638 dan 639 untuk Kalimantan.Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1942 tentang Undang-Undang Tentara Jepang (Osamu Saerie) tanggal 7 Maret 1942.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan KehakimanUndang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Baca lebih lanjut