Category Archives: Tokoh

PEMBANGUNAN PENDIDIKAN YANG BERBASIS NILAI – NILAI KESUNDAAN


Pembangunan Pendidikan yang Berbasis Nilai-Nilai Kesundaan

(Sunda Nanjung Lamun Pulung Turun Ti Galunggung)
Oleh: Dedi Mulyadi


Pengantar

altImplementasi pembangunan secara menyeluruh (holistic comprehenship) paling tidak harus memperhatikan aspek-aspek kebutuhan (need, drive, and motive) masyarakat lokal (local community), keseimbangan alam, nilai-nilai, filosofi hidup dan kehidupan masyarakat lokal (Contoh filosopi dalam Budaya Sunda: ”Hirup Kudu Jeung Huripna”, artinya bahwa selain kita berupaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi kita juga perlu memikirkan kelangsungan hidup di masa yang akan dating/kudu inget anak incu).
Baca lebih lanjut

22.000 PERANGKAT DESA DI PURWAKARTA JADI PESERTA JAMSOSTEK


PURWAKARTA (SINDO) – Ini terobosan yang patut dicontoh pemerintah daerah (pemda) lainnya. Pemerintah Kabupaten Purwakarta memasukkan sekitar 22.000 perangkat desa dan pekerja sosial sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Baca lebih lanjut

PURWAKARTA RAIH PENGHARGAAN BIDANG PERIJINAN PENANAMAN MODAL


Purwakarta – SP. Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi menerima penghargaan atas penyelenggaraan PTSP (Perijinan Terpadu Satu Pintu) di bidang penanaman modal untuk kategori Kabupaten terbaik ke tiga setelah Kabupaten Sidoarjo sebagai peringkat ke dua dan Kabupaten Sragen sebagai peringkat pertama Tahun 2010, penghargaan tersebut di berikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia M.S Hidayat dalam kategori penyelenggara PTSP di bidang Penanaman Modal Kabupaten terbaik Tahun 2010 pada hari Kamis (4/11) bertempat di ruang Nusantara Gedung Suhartoyo Badan Koordinasi Penanaman Modal Jalan Jendral Gatot Subroto No.44 Jakarta. Baca lebih lanjut

RELE RENANG NUTING TONGHARCET !


Oleh KANG IBING
SETELAH melalui liku-liku pertandingan panjang, akhirnya yang bertemu di babak final adalah Belanda melawan Spanyol. Semua orang tadinya mengira Jerman yang akan berhadapan dengan Belanda.
Ketika ada yang menanyakan tentang hal ini, Pelatih Jerman Joachim Loew mengatakan, “Memang seharusnya kami yang masuk final. Tapi Jerman sengaja mengalah, memberikan kesempatan pada Spanyol”. Mendengar hal itu pemain Kamerun Stephane Mbia tersenyum sinis, “Sudah keok mah keok we, tong loba alesan. Tah deuleu!” Dia berkata sambil nonggeng memperlihatkan nu hideung lestreng melambangkan gelapnya masa depan.

Baca lebih lanjut