Category Archives: Sejarah

LEMBUR KAHURIPAN, DESA WISATA KAMPUNG TAJUR


Kampung Tajur ini merupakan sebuah daerah yang dikembangkan sebagai tempat wisata berbasis wawasan lingkungan dan budaya setempat dengan melibatkan peran serta masyarakat yang tinggal di area tersebut (Ecotourism based on community development).
Tradisi dan Budaya
Tradisi dan budaya Sunda masih kental melekat pada masyarakat kampung Tajur. Hal ini langsung terlihat pada saat berkunjung kesana. Lingkungan yang masih asri, dengan rumah pangung khas Sunda menunjukkan sisi budaya yang kuat. Baca lebih lanjut

PEMBANGUNAN PENDIDIKAN YANG BERBASIS NILAI – NILAI KESUNDAAN


Pembangunan Pendidikan yang Berbasis Nilai-Nilai Kesundaan

(Sunda Nanjung Lamun Pulung Turun Ti Galunggung)
Oleh: Dedi Mulyadi


Pengantar

altImplementasi pembangunan secara menyeluruh (holistic comprehenship) paling tidak harus memperhatikan aspek-aspek kebutuhan (need, drive, and motive) masyarakat lokal (local community), keseimbangan alam, nilai-nilai, filosofi hidup dan kehidupan masyarakat lokal (Contoh filosopi dalam Budaya Sunda: ”Hirup Kudu Jeung Huripna”, artinya bahwa selain kita berupaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi kita juga perlu memikirkan kelangsungan hidup di masa yang akan dating/kudu inget anak incu).
Baca lebih lanjut

MELIHAT DESA PERADABAN DI KABUPATEN PURWAKARTA


PURWAKARTA-Desa CUlngga Kecamatan Darangdan. Desa Sukahaji Kecamatan Tegalwaru dan Desa Karangmuku Kecamatan Bungursarl. merupakan desa di Kabupaten Purwakarta yang masuk nominasi sebagai Desa Membangun Menuju Desa Peradaban dlJawa Barat (Jabar).

Ketiga desa tersebut, memiliki karakteristik dalam pembangunan dan mensejahterakan masyarakatnya menuju desa man-dirt. Karenanya, bukanlah suatu kebetulan jika tiga dari lima desa yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta Itii termasuk dart 100 desa dart 17 kabupaten di Jawa Barat terpilih sebagai Desa Peradaban. Baca lebih lanjut

AGAR BAHTERA TETAP BERLAYAR ( SPECIAL UNTUK SAHABATKU YANG MAU MENIKAH )


Dalam Islam pernikahan merupakan suatu aqad (perjanjian) yang diberkahi antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang dengan aqad itu menjadi halal bagi keduanya hal-hal yang sebelumnya diharamkan. Dengan pernikahan itu keduanya mulai mengarungi bahtera kehidupan panjang yang diwarnai cinta dan kasih saying, saling pengertian, toleransi, saling tolong menolong, masing-masing memberikan ketenangan bagi yang lain, sehingga dalam perjalanannya keduanya mendapatkan kebahagiaan.
Namun, bahtera pernikahan tidak selalu menghadapi laut yang tenang, kadang ada riak, kadang ada ombak kecil, kali lain datang ombak besar yang kesemuanya dapat membuat bahtera kita menjadi oleng. Itulah sunnatullah (ketetapan Allah), karenanya barang siapa berani berlayar ia tidak boleh takut menghadapi ombak. Baca lebih lanjut

INGAT KERAMIK, INGAT PLERED PURWAKARTA


Ketika orang menyebut kerajinan keramik, ingatan kita akan langsung ke sebuah kecamatan yang berada di Purwakarta. Plered. Ya, Plered memang terkenal sebagai sentra penghasil keramik terkenal di Jawa Barat bahkan Indonesia.
Sebagai sentra kerajinan gerabah, Plered telah menorehkan karyanya sejak zaman neolithikum. Wilayah Plered, Cirata, Citalang, dan Gandasoli diketahui merupakan kota atau desa yang tergolong tua di Purwakarta. Baca lebih lanjut

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KERAMIK PLERED


Plered adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sejarah Plered tidak lepas dari sejarah keramik dan perjuangannya. Wilayah Plered, Cirata, Gandasoli dan Citalang termasuk kota atau desa yang tua di Kabupaten Purwakarta. Sejarah Plered dan keramik sudah ada sejak jaman Neolitikum. Pada jaman tersebut, sudah ada penduduk yang berdatangan ke daerah Cirata menyusuri sungai Citarum.
Dari hasil penggalian di daerah Cirata ditemukan peninggalan dari batu, kapak persegi, alat untuk menumbuk dan alu dari batu, termasuk ditemukan belanga dan periuk dari tanah liat, juga ditemukan adanya panjunan (anjun) tempat membuat keramik. Baca lebih lanjut

WISATA PETUALANGAN KE GUNUNG SALAK


Bagi masyarakat yang hobi dan suka alam bebas, Gunung salak merupakan salah satu tujuan mereka guna memenuhi kepuasan untuk bagaimana caranya menghargai dan mencintai alam. Gunung Salak mempunyai pemandangan dan pesona alam yang masih asri. Bila Anda ingin mencoba wisata petualangan dengan mendaki Gunung Salak, Anda dapat menggunakan beberapa jalur pendakian, salah satunya melalui Jalur Girijaya dan Jalur Kutajaya (Cimelati).
Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, karena terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Selain itu terdapat juga makam Embah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah. Sedangkan di kaki Gunung Salak banyak terdapat tempat-tempat keramat, salah satunya adalah makam keramat dan ada juga pura dengan sebutan Kuil Prabu Siliwangi. Baca lebih lanjut