Monthly Archives: Januari 2011

MERENUNGI FIRMAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA


Dan tidak ada seorang pun dari padamu, kecuali dia pasti akan mendatangi neraka itu

Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (QS. Maryam: 71-72). Baca lebih lanjut

Iklan

LORONG – LORONG SYETAN UNTUK MENYESATKAN MANUSIA


Segala puji bagi Allah S.W.T. yang telah melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan dosa dan maksiat. Salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi S.A.W. yang diturunkan al-Qur`an kepadanya, sebagai pengobat hati dan badan, juga kepada keluarga dan sahabatnya hingga hari pembalasan.
Adapun sesudah itu,
Sesungguhnya pada perbuatan maksiat terdapat celah-celah dan pintu-pintu yang apabila hamba menutupnya dengan kuat dan selalu menjaganya dengan sabar, niscaya syetan tidak mendapatkan jalan untuk menjerumuskannya ke dalam dosa dan maksiat, lalu ia kembali dalam keadaan merugi. Dan sebaliknya, apabila seorang hamba tidak menjaga celah-celah dan pintu-pintu itu, tentu syetan mendapatkan jalan kepadanya. Celah-celah dan pintu-pintu tersebut memudahkannya menyerang hamba tersebut dan menjerumuskannya ke dalam perbuatan maksiat sedikit demi sedikit. Baca lebih lanjut

TAHAJJUD


Tahajjud (Arabic: تهجد), yang juga disebut sebagai “sholat malam” merupakan suatu sholat sunnah, yang dilakukan oleh pemeluk Islam. Sholat ini bukan merupakan sholat wajib lima waktu yang diharuskan bagi seluruh umat Muslim, walau begitu, nabi Islam, Muhammad S.A.W. diriwayatkan melakukan sholat ini di banyak waktu dan mendorong para sahabatnya untuk melakukannya untuk meraih banyak pahala dan keuntungan.
Bukti-bukti di dalam Al Qur’an akan sholat Tahajjud
Di dalam buku terkenalnya, Fiqh As-Sunnah, Sheikh Sayyid Sabiq memaparkan subyek Tahajjud sebagai berikut:
“Memerintahkan Rasul-Nya untuk melakukan sholat Tahajjud, Allah S.W.T. berfirman yang artinya:
* {Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat Tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.}* (Al-Israa’ 17:79) Baca lebih lanjut

ISTIKHARAAH : SHOLAT UNTUK MINTA PETUNJUK


Sholat Istikhaarah adalah sholat Sunnah dimana Nabi (kedamaian dan keberkahan Allah diperuntukkan baginya) dijelaskan bagi siapa pun yang ingin melakukan sesuatu tetapi ragu dalam melakukannya. Pembahasan tentang sholat Istikhaarah ini mencakup 8 (delapan) poin:
1- Definisi
2- Aturan
3- Hikmah dibalik Penetapan tersebut
4- Alasan untuk melakukannya
5- Kapan Istikhaarah harus dimulai
6- Berkonsultasi dengan orang lain sebelum melakukan sholat istikhaarah
7- Ayat-ayat Al Qur’an apa yang harus dibaca di dalam istikhaarah
8- Kapan seharusnya do’a-doa harus dibaca? Baca lebih lanjut

APAKAH KITA BENAR-BENAR ORANG YANG BERIMAN ??


”Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.”
(QS. 3:139)

Ayat ini ditujukan kepada Rasulullah (S.A.W) oleh Allah S.W.T dari atas surga ketujuh, sesaat setelah kaum Muslim kalah dalam perang Uhud dan kembali ke Al-Madinah dengan perasaan sedih dan tertindas. Ini ditujukan sebagai dorongan kepada orang-orang yang beriman setelah kemenangan yang mereka peroleh diambil paksa dari mereka dan kembali kepada kekalahan. Dan mengapa para Sahabat (R.A.) tidak merasa hancur atas kekalahan tersebut? 70 orang terbaik di dunia pada saat itu terbunuh dan tidak terhitung jumlahnya mereka yang terluka. Bahkan Rasulullah (S.A.W) sendiri terluka serius hingga darah mengalir dari wajahnya dan beliau berkata dengan penuh derita bersamaan dengan membersihkan darah yang ada di pipinya: ”Murka Allah adalah sebaik-baik orang yang mengotori wajah Rasul-Nya dengan darah.” Baca lebih lanjut

TUJUH GOLONGAN YANG AKAN DINAUNGI ALLAH


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Wa Ba’du:

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah Ta’ala pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya: Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seorang lelaki yang hatinya selalu terpaut dengan mesjid, dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang lelaki yang dipanggil untuk berbuat mesum oleh seorang wanita yang memiliki kekuasaan dan kecantikan dan dia berkata saya takut kepada Allah, dan seorang lelaki yang bershedekah dengan sebuah sedekah kemudian dia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah dishedekahkan oleh tangan kanannya”.[1] Baca lebih lanjut

NASEHAT UNTUK IBU MUSLIMAH


Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarga dan para sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti jalan dan petunjuk beliau sampai hari pembalasan.

Selanjutnya, saya tulis beberapa baris berikut ini untuk setiap ibu yang telah rela menjadikan Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad salallaahu ‘alayhi wassalam sebagai Nabinya, Saya menulisnya dari hati seorang anak yang saat ini sedang merenungi firman Allah:

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “wahai Rabbku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 23-24). Baca lebih lanjut