LEBIH CEPAT DARI BIASANYA


Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purwakarta tahun 2010 ditetapkan lebih cepat dari biasanya. Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi, SH, bahkan menilainya paling cepat dan cermat sepanjang sejarah pembangunan Purwakarta. Jika selama ini APBD disahkan antara Januari dan Februari, namun pada APBD tahun 2010 ini, tahap pembahasannya selesai pada bulan November 2009 dan sukses ditetapkan menjadi Perda No.25 tahun 2009 tertanggal 31 Desember 2009.
Sekilas gambaran APBD-nya, pendapatan ditetapkan sebesar Rp926.967. 776.703 sedangkan belanja sebesar Rp979.822.813.256. Anggaran ini menurun dibanding Anggaran Perubahan tahun 2009 sebesar 4,30 % dengan nilai Rp33.342.988.193. Tapi penurunan itu, menurut Bupati, akan diupayakan dicapai kembali melalui Anggaran Perubahan tahun 2010. Dari segi penyaluran atau alokasi, tahun ini ada sedikit perubahan demi pemerataan dan profesionalitas.
Mengenai penurunan anggaran, Bupati mengatakan, tidak akan berdampak pada program proyek pembangunan. Bahkan khusus anggaran publik terjadi kenaikan. Hal itu dapat dilihat dari besaran anggaran belanja modal. Terkait peningkatan belanja publik di tengah penurunan anggaran ini, Dedi Mulyadi mengaku menyiasatinya melalui keteladanan pegawai negeri sipil. Dimana tahun 2010 ini, anggaran belanja pegawai diturunkan melalui efisiensi belanja barang dan jasa termasuk pemberian honorarium kepada bupati, wakil bupati dan segenap perangkat pemda. Namun, khusus alokasi belanja desa seperti kesejahteraan Kepala Desa, Rt-Rw, ditingkatkan secara signifikan.
Sedangkan di bidang keagamaan, menyikapi adanya stigma bahwa bupati kurang memperhatikan kepentingan keagamaan, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pola berpikir makna religiusitas jangan hanya dipahami lewat makna simbolistik semata. Paradigma masyarakat religi yang cenderung diukur dari banyaknya lembaga pendidikan serta tempat-tempat ibadah, menurutnya harus diubah. Religiusitas diukur dari kedekatan manusia dengan Allah penciptanya sebagai hak esensi setiap individu. Religiusitas harus diisi oleh tingginya kesolehan sosial seorang umat. Oleh sebab itulah, menurutnya pemerintahan yang dibangunnya diarahkan menuju religiusitas dengan kesolehan sosial yang hablumminannas.
Pemda Purwakarta melakukan perbaikan sistem, seperti pendidikan yang diarahkan berbasis Al-Qur’an. Penataan lingkungan juga didesain mencerminkan religiusitas. Kemudian untuk jemaah haji dari Purwakarta, biaya operasional daerah seperti bis dan keamanan tahun 2010 ini akan ditanggung oleh Pemkab Purwakarta. Pembangunan simbol keagamaan yang bermakna dan berfungsi luas juga tetap dilakukan. Contohnya, pembangunan Islamic Center akan dimulai tahun 2010 ini.
Perubahan yang agak menonjol adalah alokasi anggaran keagamaan yang sebelumnya dikendalikan oleh Bupati dalam bentuk bantuan sosial di bidang Kesra, tahun 2010 ini disebar secara merata kepada masyarakat melalui Dana Alokasi Desa. Jadi yang memberikan bantuan sarana keagamaan adalah para kepala desa secara bergiliran setiap tahun. Dengan demikian, pemerataan diharapkan terjadi. Sementara itu, Bidang Kesra akan memberi bantuan pembangunan simbol religiusitas seperti pesantren yang menjadi skala prioritas.
Tahun ini, dana kepemudaan dan olahraga juga meningkat signifikan. Namun pengelolaannya berbeda dari tahun sebelumnya. Kalau dulu hanya dikelola oleh Bagian Kesra, pada tahun 2010 ini sebagian dikelola Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Tujuannya, agar pengelolaannya lebih profesional.
Proteksi terhadap masyarakat miskin, tahun ini diberi bantuan melalui sekolah gratis sampai tingkat SLTA. Anak yang meneruskan kuliah di kedokteran, teknik sipil dan lainnya juga akan diberi beasiswa.
Khusus hal pendidikan ini, bupati mengharapkan masyarakat punya komitmen seutuhnya bagi kecerdasan anak. Rakyat diharapkan punya kesadaran bahwa membesarkan anak adalah kewajiban orangtua yang merupakan aset masa depan keluarganya dan bangsa.
Disebutkan, perlu disadari bahwa tugas negara hanyalah memberikan fasilitas. Negara boleh saja menyayangi rakyatnya, tetapi tidak boleh memanjakan. Jadi, jangan sampai terjadi misalnya, setiap anak disubsidi negara Rp 50 ribu/bulan tetapi anak itu menghabiskan pulsa Rp 150 ribu/bulan hanya untuk kepentingan sia-sia. Jadi, kasih sayang pemerintah terhadap rakyat kiranya diimbangi oleh komitmen rakyat untuk menyayangi anak-anaknya secara cerdas.
Sedangkan pada bidang infrastuktur, Pemda Purwakarta tahun ini masih memberikan anggaran porsi terbesar. Menyikapi kritikan soal besarnya alokasi anggaran untuk jalan, bupati menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk merespon usulan anggota Dewan dan kelompok masyarakat. Menurutnya, di sini perlu pemahaman aspek keadilan. Kalau di kota menikmati hot mix dari dulu, sedangkan desa masih banyak yang baru merasakan jalan aspal.BND (Berita Indonesia 75)

 

SUMBER :

http://www.beritaindonesia.co.id/daerah/lebih-cepat-dari-biasanya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s