ES CIMING, RASA TIADA TANDING


Dulu bernama es Shanghai. Namun kemudian namanya berubah menjadi es Ciming. Es campur ini diracik oleh Ko Ciming di Purwakarta, Jawa Barat. Rasanya khas. Itulah yang membuat usaha yang digeluti lelaki Tionghoa tersebut tetap laris manis sampai saat ini. Ia berjualan di kios sederhana di Jalan Sudirman dan Pasar Jumat di Kota Purwakarta.
Es Ciming memang agak mela-brak pakem racikan es campur kebanyakan. Ko Ciming hanya memasukkan cincau dan kelapa muda yang biasa ditemukan pada sajian es campur umumnya. Campuran lainnya benar-benar khas. Misalnya, ia memasukkan unsur cendol buatan sendiri yang terbuat dari adonan hun kue kualitas super yang didatangkan dari Bandung.
Lalu, ada kacang hijau rebus. Jika racikan dasar itu sudah komplet dimasukkan ke satu mangkuk, selanjutnya diuruk dengan es serut nan lembut dengan membentuk gunungan. Kemudian, giliran sirop merah marun, yang terbuat dari gula pasir, air putih, dan pewarna kue buatan Kok Ciming sendiri, ditaburkan. Menyusul susu kaleng dikucurkan.
Kalau sudah begitu, sajian lengkap es Ciming membuat nafsu penikmatnya menggelora untuk segera menyantapnya.Tapi tunggu dulu. Buat yang ingin rasa campuran es Ciming lebih yahud dan sempurna, jangan lupa campurkan juga tapai ketan.
Selama Ramadan, menurut Lany Sylviani, putri kedua Ko Ciming, yang dipercaya mengurusi kedai di Pasar Jumat, pembeli makin ramai terutama saat menjelang buka dan selepas salat tarawih. “Kalau untuk buka biasanya memilih beli dibungkus,” kata Lany. Untuk pembeli pas-ca-tarawih biasanya menyantap langsung dikedainya. Harganya Rp.7.000 per mangkuk.
Untuk mrmpi-nvpat layanan, selama Ramadan, Lany menyiapkan es Ciming dalam kemasan bungkus plastik yang sudah dikeraskan di dalam lemari es.”Supaya tidak caii saat dibawa pembeli yang rumahnya jauh,” kata Lany Meski sudah c dalam kemasan, soal rasa dijamin tak akan berubah. “Sehari minimal kami siapkan stok 120 bungkus yang dikemas,” kata Lany. Sedangkan 200 porsi lainnya habis disajikan di kedai yang dibuka hingga pukul 21.00 itu.
“Sejak duduk di bangku SMA sampai kini, es Ciming tetap menjadi sajian favorit kami,” kata Nano, seorang pelanggan es Ciming yang kini tinggal di Jakarta. Maka wajib bagi Nano dan keluarganya, jika da tang ke Purwakarta, menjinjing oleh-oleh es Ciming.

 

SUMBER :

http://bataviase.co.id/node/363729

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s