TRADISI MASYARAKAT GUNUNG YANG HAMPIR PUNAH


Masyarakat pegunungan diwilayah Purwakarta, Jawa Barat memiliki benda peninggalan nenek moyang berupa kincir angin dari bambu yang lazim disebut Kolecer.Sayangnya, kolecer kini tidak lagi dikenal masyarakat. Pada selain berfungsi untuk permainan kolecer juga bisa dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan. Untuk mempopulerkan harta warisan nenek moyang tersebut akhir pekan lalu digelar Festival Kolecer.
Hari masih pagi saat ratusan warga berkumpul dilapangan yang berada di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sejumlah warga sibuk mempersiapkan berbagai barang keperluan untuk mendirikan kolecer (kincir angin) yang berupa baling – baling bambu.
Berbagai bentuk kincir angin sederhana dipasang dilapangan luas sehingga membuat suasana semakin semarak. Festival Kincir Angin sederhana atau dalam bahasa setempat disebut kolecer ini sengaja dilakukan untuk kembali mengingatkan permainan yang nyaris dilupakan.
Pada mulanya kolecer digunakan untuk mengetahui arah angin dan pergantian musim. Bagi masyarakat pegunungan Sunda pendirian kolecer juga syarat makna, selain dapat dijadikan sebagai media bermain, pendirian kolecer juga dapat dijadikan media komunikasi dan pengetahuan.
Acara Festival Kolecer ini semakin meriah dengan digelarnya perlombaan tradisional berupa balap enggrang.

 

SUMBER

http://www.indosiar.com/ragam/74649/tradisi-masyarakat-gunung-yang-nyaris-punah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s