RIBUAN PEMUDIK BERSEPEDA MOTOR KUASAI JALUR PANTURA


Pemudik bersepeda motor menguasai jalur utama Pantai Utara Karawang-Subang, Jawa Barat, sejak Ahad subuh (5/9). Ribuan pemudik terus menyemut mulai dari persimpangan Jomin hingga Pamanukan.
Tempo yang mengikuti arus pemudik bersepeda motor, merekam perjalanan mereka berimpitan dengan kendaraan pribadi roda empat dan angkutan mudik bus. Tetapi, sejauh ini, kondisinya masih relatif aman dan lancar.
Hanya saja, di dua lokasi pasar tumpah Sukamandi dan Ciasem, pemudik harus bersabar karena terjadinya pertemuan antara aktivitas pasar dan arus lalu-lintas warga sekitar.

Lokasi pasar tumpah Sukamandi merupakan titik yang paling ramai. Kendaraan pemudik, kadang distop beberapa menit untuk memberikan giliran kepada masyarakat yang akan belanja ke pasar dan menyeberang jalan.
Akibat adanya penyetopan bergiliran itu, antrean kendaraan mengular. Dedi S, salah seorang personel pengamanan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang yang mengatur sistem buka tutup di lokasi pasar tumpah itu mengatakan, “Penyetopan arus mudik dilakukan setiap tujuh menit sekali,” katanya.
Sebelum dilakukan penyetopan arus mudik, masyarakat yang akan berbelanja dan menyeberang jalan terlebih dahulu dikumpulkan di pinggir jalan dengan cara memanjang, petugas Dinas Perhubungan dan Pramuka kemudian membentangkan tambang. Setelah tujuh menit, arus mudik distop, baru giliran pengunjung pasar dan penyeberang jalan diperbolehkan melewati jalan utama.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan cara pengamanan seperti buka tutup itu,” kata Nengsih, seorang pengunjung pasar Sukamandi.
Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto, Kepala Polres Subang, saat ditemui Tempo di pos pengamangan pom bensin Sukasari, mengatakan kenaikan arus mudik memasuki H-5 sudah mencapai 30 persen. “Sepeda motor rata-rata 30 kendaraan per menitnya,” kata Dadang.
Dengan kecepan rata-rata 70 hingga 80 kilometer per jam, kata Dadang, arus lalu-lintas meski mengalir deras tapi tetap aman dan lancar. Dadang memperkirakan puncak arus mudik di Pantura akan terjadi pada H-2. “Sebab saat itu semua pekerja dan pegawai pemerintah sudah memasuki masa libur nasional,” kata Dadang.
Imam Rosyadi, salah seorang pemudik bersepeda motor dengan tujuan Tegal mengaku berangkat dari Jakarta pukul 05.30. Untuk sampai ke kampung halamannya yang berjarak 300 kilometer itu memakan waktu tujuh hingga delapan jam. “Dengan kecepatan 80 hingga 100 kilometer per jam,” kata guru di Al-Azhar Rawamangun itu.
Menurut Imam, mudik tahun ini lebih aman dan nyaman. “Kondidi jalan dan sistem pengamanan lalu-lintas sudah lebih baik ketimbang mudik tahun lalu,” ujarnya.
NANANG SUTISNA

SUMBER :

http://www.tempointeraktif.com/hg/kabar_lebaran_10/2010/09/05/brk,20100905-276511,id.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s