KARTU LEBARAN GUBERNUR JABAR BERMASALAH


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersuara soal kartu lebaran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakilnya Dede Yusuf. KPK akan mengkaji proyek yangmenghabiskan dana APBD sebesar Rp 1,5 miliar.
Kartu lebaran bergambar Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat itu, sudah dibuat sebanyak 450 lembar dan kesemua dananya berasal dari APBD. Menurut Pemprov Jabar, kartu bergambar Heryawan dan Dede akan dibuat secara terpisah. Setiap kartu menghabiskan dana sebesar Rp 2.250. Sehingga total dana yang dikeluarkan untuk pengiriman kartu lebaran ini sebanyak Rp 1.012.500.000.

Menurut Pimpinan KPK Haryono Umar, pihak KPK akan menchek apakah proyek kartu tersebut termasuk unsur pribadi atau terkait unsur pekerjaan (Pemprov)”Jika hal ini terkait unsur pribadi seharusnya tidak boleh menggunakan dana APBD, sebab dana APBD hanya untuk operasional pemerintahan (Pemrov),” jelasnya di sela-sela acara buka puasa bersama di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (27/8/2010).
Haryono juga menambahkan, dana APBD itu berasal dari publik, yang penggunaannya untuk kepentingan publik, sehingga penggunaannya pun harus seijin masyarakat.
Pimpinan KPK lainnya, Bibit Samad Rianto mengatakan “Proyek pembuatan kartu lebaran dengan menggunakan dana APBD dapat di cross chek dengan peraturan daerah (Perda) yang ada, apakah bertentangan atau tidak,” tegas Bibit.
Bibit Samad Rianto menilai harus ada kajian lebih dulu terhadap tender ini. Apakah ada aturan yang mengaturnya. “Kalau ada yang salah, aturannya yang harus diubah,” tambahnya.
Tindakan Gubernur Jawa Barat mengirimkan kartu Lebaran dengan
memanfaatkan dana APBD, dinilai lebih bernuansa politis ketimbang menjalin silaturahmi dengan masyarakatnya.
Itu disebabkan, desain kartu dan perangko yang digunakan lebih menonjolkan figur gubernur daripada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Seharusnya, kartu Lebaran tersebut lebih mengedepankan institusi karena seluruh biayanya diambil dari APBD.
Selain itu, indikasi tujuan politis terlihat dari pemisahan kartu ucapan yang dikirimkan gubernur dan wakil gubernur (wagub). Padahal, gubernur dan wagub merupakan satu kesatuan sebagai kepala daerah.(dk)

SUMBER :

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=14&jd=Kartu+Lebaran+Gubernur+Jabar+Bermasalah&dn=20100827214727

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s