PLTA CIRATA


Cirata memiliki 8 unit pembangkit listrik dengan total daya terpasang 1.008 MW dengan produksi energi listrik rata–rata 1.428 GWh per-tahun.
UP Cirata merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara, dengan bangunan Power House 4 lantai di bawah tanah yang mengoperasikannya dikendalikan dari ruang control Switchyard berjarak sekitar 2 km dari mesin–mesin pembangkit yang terletak di Power House.

Sejarah Singkat
PLTA Cirata, sejak pertama dioperasikan pada tahun 1988 dikelola oleh PT. PLN (persero) Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Barat (PT. PLN KJB) Sektor Cirata. Pada tahun 1995 terjadi restruktirisasi di PT PLN (Persero) yang mengakibatkan pembentukan 2 anak perusahaan pada tanggal 3 Oktober 1995, yaitu PT. PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa-Bali (PT. PLN PJB 1) dan PT. PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa-Bali (PT. PLN PJB 11), sehingga Sektor Cirata masuk wilayah kerja PT PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa-Bali 11. Kemudian pada tahun 1997, Sektor Cirata berubah nama menjadi PT PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa – Bali 11 Unit Pembangkit CIRATA (UP CIRATA).
Kegiatan Usaha
Produksi & System Pengoperasian
Kegiatan usaha inti kami adalah pembangkit tenaga listrik dengan total daya terpasang 1.008 Mega Watt (MW), terdiri atas Cirata 1 (4 Unit masing-masing operation daya terpasang 126 MW) yang mulai dioperasikan tahun 1988 dengan total daya terpasang 504 MW, dan Cirata 11 (4 Unit masing-masing 126 MW) yang mulai dioperasikan sejak tahun 1997 dengan daya terpasang 504 MW. Cirata 1 dan 11 mampu memproduksi energi listrik rata- rata 1.428 GWh per tahun yang kemudian disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 KV ke system interkoneksi Jawa–Bali.
Untuk menghasilkan energi listrik sebesar 1.428 GWh, di operasikan 8 buah turbin dengan kapasitas masing–masing 120.000 KW dengan putaran 187,5 RPM. Adapun tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter dengan debit air meksimum 135 m3/detik.
Mengoperasikan unit pembangkit Cirata dapat dilakukan dengan 3 mode system mengoperasikan :
1. Mode operasi local manual, yaitu system pengoperasian yang dilakukan oleg operator secara manual dari panel unit control Power House.
2. Mode operasi local auto, yaitu system pengoperasian yaitu dilakukan oleh operator secara automatic dari panel unit control di ruang Power House.
3. Mode operasi remote, yaitu system pengoperasian yang komputerisasi dimana unit dioperasikan dari control desk di ruang kontol Switchyard yang berjarak sekitar 2 Km dari lokasi pembangkit listrik.
Dalam mengoperasikan seluruh unit pembangkit listrik di Cirata, kami mengutamakan menggunakan mode operasi remote untuk mengoperasikan dan mengontrol semua system, karena lebih efisien dan efektif. Namun demikian operator dilokasi rumah pembangkit selalu siap (standby) dengan mode operasi local auto maupun mode operasi local manual. Kinerja operasional Unit Pembangkit Cirata beberapa tahun terakhir menunjukan bahwa hasil Availability Factor dan Forced Outage Rate diatas standar kelas dunia dari NERC (Nor America Ela) EAF = 89,59 EFOR = 4,46 SOFF = 7,22
Biaya Pembangunan
Pembangunan PLTA Cirata selain dibiaya langsung oleh Pemerintah Indonesia melalui dana APBN dan Non APBN serta dana PLN juga mendapat bantuan pinjaman dari luar negeri, yaitu :
a. IBRD (International Bank for Recontruction and Development)
b. CDC (Commonth Wealth Development Cooperation)
c. SC (Suppliers Credits)
d. Pemerintahan Austria.
Total biaya pembangunan PLTA Cirata meliputi :
· Cirata 1 sebesar $ 565.000.000,00 US Dollars
· Cirata 2 sebesar terdiri :
- Rp. 132.272.182.061,00,-
- SFR 997.291,00,- (nilai kontrak dilaksanakan pada tahun 1993 dan 1994)
- NTD 207.933.845,00
- Yen 2.791.593.431
Dampak Pembangunan
a. Menghasilkan listrik dengan daya terpasang 1008 MW dan energi pertahun 1.428.000.000 kilo watt jam pertahun, sehingga menambah daya dan keandalan pada system kelistrikan di Jawa-Bali khusus di Area 11.
b. Menghemat devisa (bahan bakar minyak) sebesar 428.000 ton pertahun.
c. Meningkatkan keandalan penyediaan air waduk Jati Luhur untuk air minum dan irigasi.
d. Memacu perkembangan industri/perekonomian.
e. Mengembangkan usaha perikanan dan pariwisata.
f. Menyediakan lapangan kerja baru.
Organisasi
Organisasi UP Cirata, sejak 21 Oktober 1999 mengalami perubahan mengikuti perkembangan organisasi di PLN PJB 11 yang fleksibel dan dinamis sehingga mampu menghadapi dan menyesuaikan situasi bisnis yang selalu berubah. Perubahan yang mendasar dari Unit Pembangkit adalah dipisahkannya fungsi operasi dan fungsi pemeliharaan, sehingga unit pembangkit menjadi organisasi yang lean & clean dan hanya mengoperasikan pembangkit dan hanya mengoperasikan pembangkit untuk menghasilkan Gwh.
Sumber daya Manusia
Manusia adalah asset terpenting dalam perusahaan sehingga UP Cirata memberikan kesempatan kepada seluruh pegawainya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan agar menjadi SDM yang professional sehingga tercipta lingkungan kerja yang menggairahkan dan memotivasi mereka untuk selalu bertanggungjawab terhadap pekerjaannya. Sikap profesionalisme para pegawai tetap kami pertahankan dan ini terlihat dari hasil kinerja kami. Jumlah pegawai kami saat ini sekitar 114 orang.
Manajemen Sumber Daya Energi
Air merupakan sumber energi utama yang kami gunakan untuk memutar turbin pembangkit tenaga listrik sebanyak 8 unit. Oleh karena itu dibangun Waduk Cirata seluas 62 Km2 dengan elevasi muka air banjir 223 m, elevasi muka air normal 220 m dan elevasi muka air rendah 205 m, sehingga volume air waduk 2.165 juta meter3 dan efektif waduk 796 juta m3. Air waduk ini kami kelola baik jumlah maupun mutunya agar tidak mengganggu/merusak mesin–mesin kami.

SUMBER :

http://www.purwakartakab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=143:plta-cirata&catid=76:liputan-khusus&Itemid=121

About these ads

6 responses to “PLTA CIRATA

  1. Terima kasih atas artikelnya, karena telah membantu saya dalam menyelesaikan tugas dari sekolah…

  2. Adeline Sutiswan

    “plta terbesar se asia tenggara”
    sayangnya udah nggak lagi gan, sejak tahun 2011 :(

  3. saya mau nanya, ad yang tahu alamat email dan no telpon PLTA cirata???? mohon bantuannya

  4. saya pernah mengunjungi PLTA Cirata wkt pembangunannya antara th 1985 sd 1988….buagussss!!!! skrg sy kepingin lagi ….!

  5. Baru kemaren kesini…kereeennnnn…cuma sayang gak sempet nginep di villa.. dari jakarta sekitar 2jam jarak tempuh 100km. keluar tol jatiluhur 17km sampe cirata, paling kena macetnya di pasar plered, itupun gak lama… klo disana jangan lupa makan sate marangi & col enaknya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s